mumpung masih muda

​mumpung masih muda,
tak apa kita berfoya-foya
tak apa kita pergi ke pesta
tak apa kita belanja sesukanya
tak apa kita idolakan artis korea

tak apa

nikmati lah saja hidup,
nikmati saja pacarmu,
nikmati saja uangmu,
nikmati saja nafsumu,

nikmati saja

mumpung masih muda katanya,


“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):

tentang umurnya untuk apa ia habiskan,
tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan,
tentang hartanya dari mana ia dapatkan,
dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan
serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”

(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)

kalau begitu,
mumpung masih muda,

sudahkah kita bertaubat?
sudahkah kita bermanfaat?
sudahkah kita sadar akan hidayah?
sudahkah kita hijrah?

masa muda ini akan ditanya, lantas kita mau jawab apa?

“saya berpesta dengan kawan ya Allah”
“saya belanja apa saja ya Allah”
“saya menggila karena artis korea ya Allah”
“saya menghabiskan waktu dengan yang bukan mahram ya Allah”

“saya…………… budak dunia ya Allah”

pesta, pakaian, idola, pacar, uang, mereka bisa bantu apa?
ohiya mereka membantu,
membantu memberatkan timbangan amal buruk kita

sudah senangkah kita dengan mencampurkan dengan apa yang haq dan yang bathil?
semua nya kita kesankan “tidak apa-apa” asal masih sholat,
jangan sandingkan pesta, pakaian, idola, pacar dan uang kita dengan sholat

sholat bermanfaat, sisanya bermaksiat

sangat rendah kedudukan kita dimata Allah, tak sadar juga kita sudah sombong kepada Allah

kita pikir kita siapa?

mumpung masih muda katanya,
siapa yang jamin hidup sampai tua?

islam dan kejayaan nya insya Allah sebentar lagi kita gapai
berperan apa kita di dalamnya?

dimana kita berdiri sekarang?
di jalan Allah atau jalan liberalisme dan kapitalisme?

siapa panutan kita sekarang?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau idola yang bahkan tak tau agama?

kok bisa-bisanya kita menghayal bisa berpasangan dengan idola yang tak seiman sedangkan di sisi lain menghayal bisa masuk surga?

apa kita pantas?

beer, vape, rokok yang menjadi standar keren, tak juga dapat membuat sehat

membeli pakaian dan aksesoris branded, tak juga dapat membuat puas

berjuang bertemu dengan idola yang digemari, tak juga dapat membuat mereka peduli

ini yang dinamakan bahagia?
kebahagiaan semu bin sia-sia

kita mungkin tak tau,

saat kita dapat hidayah dan kenikmatan iman dan islam itu bahagia nya tiada tara

saat kita berjuang dalam ber-istiqomah mendapat balasan yang tak terhingga

saat kita bersama teman yang terus membuat kita ingat kepada Allah dan Rasul-Nya membuat hati tentram

sekarang terlihat jelas sudah
ternyata,

kata semangat muda itu bukan dilihat dari umur

melainkan dari iman

tidakkah kita iri melihat kakek yang berjalan dengan tongkatnya menuju masjid?

sedang kita yang katanya masih muda malasnya minta ampun menuju masjid

tidakkah kita iri melihat gerombolan ibu-ibu dan nenek-nenek yang semangat mengaji?

sedang kita yang katanya masih muda habis energi nya untuk fangirlingan

jadi…
mumpung masih muda,

kuy hijrah! 🙂


Advertisements

alien pt.2

halo alien,

kemarin aku menghampiri ruangan dimana kita dan tiga puluh empat manusia lainnya berjumpa,

tak banyak berubah, hanya saja bapak yang gemar olahraga itu lebih gemuk sekarang, entah ia ingat aku atau tidak,

sampai aku tersadar bahwa sudah hampir tiga tahun kita saling mengenal,

cukup lama ya?

saat aku buka pintu ruangan level kesembilan, tak ada yang kurasakan selain

bahagia

aku terus tersenyum, sampai temanku berkata

“kamu sedang membayangkan masa-masa saat seruangan dengan ‘dia’ ya?” sambil tertawa jahil

aku balas dengan tawa juga, karena saat ku dengar namamu,

……entahlah

empat hari lagi kita sampai di level kedua belas

sertifikat dari galaksi ketiga ini sedikit lagi kita genggam

sudah kubilang, galaksi ketiga ini yang terburuk, tak sulit bagiku apabila harus pergi dari sini

dan aku juga sudah bilang,

galaksi kedua adalah yang terbaik,

sebab di level terakhir galaksi kedua adalah level kesembilan

dimana aku bertemu alien yang terlalu pintar dan tak mau kalah dalam beragumen,

dimana aku bertemu alien yang terus ku bandingkan dengan manusia lain yang kutemui,

dan alien,
kamu pemenangnya.

arti namamu & ibu kota

sewaktu itu, ku buka laptop dan berseluncur di laman pencarian lalu kuketik namamu,

aku bermaksud untuk mencari arti nama mu

hasil nya pun keluar,
aku tersenyum sembari meneguk kopi dari cangkir kopi beruang ku

orangtua mu pasti sangat sayang kepadamu sampai memberi nama dengan arti seindah dan sehebat itu.

mungkin, harapan mereka terpupuk pada dirimu.

saat kuteguk kopi lagi, aku teringat kau sedang merantau di ibu kota,

kata orang, di ibu kota banyak godaan

percayalah, aku takut sekarang

tak sengaja, kulihat Qur’an yang terletak diatas tumpukkan sajadah yang menunggu untuk dibaca,

tak sengaja, ku sebut namamu yang tertulis diantara lantunan ayat-ayat suci itu,

aku pun terdiam

akhirnya ku penjamkan mata ku, butiran air mata pun tak sudi pabila tertinggal

ku memohon,

“oh Tuhan, aku mohon tolong jaga dia”

dan aku pun buka mata lagi, aku tersenyum

“kamu, lelaki yang berpegang teguh pada jalan yang lurus, baik-baik ya di ibu kota!”

libatkan mereka

apa yang harus kita lakukan untuk mereka yang mengalami masalah mental?


the very first step yang kita harus lakukan adalah dengan ‘mengetuk’ hati mereka dengan mengenalkan mereka dengan Tuhannya, Allah– Sang Pemberi Kebahagiaan. berikan ayat-ayat Allah agar mereka terekoneksi dengan Allah. kenalkan mereka juga dengan teladan mereka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗۤ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ  ۖ  وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

[ QS. Al-Baqarah 2 : 122 ]

ajak mereka untuk saling mengingatkan bahwa kita semua membutuhkan Allah, kita harus pasrah dengan segala keputusan Allah karena hanya Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik dan apa yang terburuk untuk kita, seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 216. ingatkan mereka bahwa we can’t even handle ourselves, our hearts karena hati kita berada di genggaman-Nya, begitu pula hati yang sering menyakiti. ingatkan mereka bahwa daun jatuh pun Ia yang mengatur, apalagi mereka. ingatkan mereka untuk selalu bersyukur. ingatkan mereka, bahwa surga adalah imbalan bagi mereka yang sabar- ingatkan mereka bahwa surga adalah kepastian. 

dimana semua hal itu hanya dapat ditemukan dalam kitab yang sebenar-benarnya, Al-Qur’an.

setelah itu perlihatkan mereka kembali dengan mereka yang lebih sengsara, lebih nelangsa tapi tetap bisa tertawa.

perlihatkan mereka yang tinggal di gaza, suriah, dan daerah konflik lainnya dimana mereka kehilangan rumahnya, orang tua nya, saudaranya, pasangannya, tapi tetap rela dan ikhlas membantu orang lain, mendoakan orang lain.

toh kalau mereka terjebak dengan bisikan setan yang membuatnya tidak yakin kepada Allah dan kalau mereka tidak yakin kepada harapan dari Allah, tentu mereka tidak perlu tentara zionis dan lainnya untuk membunuh diri mereka.

dan kadang kalimat “you are amazing” atau “you are important” tidak begitu cukup bagi mereka. karena kepercayaan mereka tentang lingkungan disekitar mereka sudah dalam kondisi minus, mereka bisa saja beranggapan.. 

kalau saya memang important, kenapa tidak ada yang ingin berteman dengan saya, kenapa semua orang membenci saya, kenapa semua orang bla bla bla.

tentu sifat manusia berbeda-beda, tapi yang dulu saya alami ketika membaca positive thoughts seperti diatas, hanya dapat memberi dampak positif sesaatㅡ  katena ketika diberi beban lainnya kalimat itu sudah tak lagi diingat. malahan, kadang saya membaca atau ditanamkan positive thoughts oleh orang lain, dalam hati saya berbicara…

“eeyyyy you dont know me, you dont know ANYTHING.”
nah dari situ coba ajak mereka untuk bahagiakan orang lain– dari hal-hal yang kecilmisal ada nenek atau kakek dijalan yang sedang kepayahan berjalan, coba kita bantu untuk menuntun nya  atau coba ajarkan teman kita yang sedang kesulitan dalam belajar, perlu kita ketahui senyuman dan ucapan terima kasih yang diberikan dari mereka yang kesusahan itu memberi impact yang cukup besar, lanjut dengan membantu orang miskin, membantu daerah konflik dan lain-lain. senyuman dari mereka yang merasa terbantu membuat yang memiliki mental health problem tersadar bahwa manusia saling membutuhkan, dan interaksi mereka dengan manusia juga dapat meningkat, membaik juga menghangat.


K-POPers

안녕하세요 !


Seperti yang kita tau, sekarang k-pop merajalela kembali. Kira-kira pas tahun 2009, k-pop mulai digandrungi sama orang Indonesia, sampai-sampai banyak girlband/boyband yang gaya nya persis idol-idol korea. Pada saat itu, tidak sedikit juga yang benci dengan kemunculan k-pop, termasuk saya.

Saya yang tadinya benci k-pop tiba-tiba jadi jatuh cinta dengan kpop, kurang lebih 3 tahun laluㅡ gallery saya seketika penuh sama muka oppa-oppa dan kuota dihabiskan untuk menonton MV dari boyband yang saya sukai.

Dan di tahun 2017, k-pop semakin merajalela, dengan datangnya boyband dan girlband baru membuat banyak anak muda yang tadinya tidak suka k-pop, akhirnya jadi suka.


Buka handphone, ngestalk ig oppa
Buka handphone, cari foto terbaru oppa langsung di save
Bahkan, saya pernah bolos jam pelajaran demi nonton MV terbaru tepat di waktu MV tersebut di liris

Dan kira-kira di tahun 2017, saya mulai berpikir kalau k-pop itu buruk untuk saya,

Alhamdulillah, Allah kasih hidayah nya lewat sifat-sifat k-popers itu sendiri yang ‘buta’ kalau udah ngomongin idola nya. Seakan rela diapain sama idola nya, tidak sedikit dari k-popers yang bisa sampai ngomong


“F*** ME OPPA”
“IM A H*E FOR HIM”
“IM SO GAY FOR HER”

dan dari situ saya mulai terketuk dan berpikir kalau ini buruk, dan saya harus keluar dari ranah ini secepat mungkin, tapi itu gak mudah karena ada setan. Saat kita mau meninggalkan yang buruk, setan gak ada berhentinya menghasut kita dengan ucapan “udah sekali-kali aja” dan sialnya, kita suka kalah sama mereka. Akhirnya, kejebak lagi deh dengan nonton MV terbaru mereka, fangirlingan lagi.

Tapi, alhamdulillah juga ditunjukkin sama Allah dengan k-popers lainnya yang terlalu berlebihan nge fansnya, sampai jadi shipper member yang satu dengan member lainnya dan dari boyband yang sama, yang membuat mereka jadi pendukung LGBT. Na’udzubillahimindzalik..

Ditambah lagi dengan adanya k-popers dari satu fandom yang jelek-jelekkin ummat Islam dengan sebutan teroris dan itu memalukan.

Ditambah juga, dengan ada akun instagram yang ngebahas tentang k-pop dan dampaknya bagi muslim khususnya muslimah, saya saranin kalian cek instagram nya @fuadbakh, setelah saya tonton video yang ada di instagram nya, dan saya lihat alhamdulillah banyak yang memilih untuk hijrah tapi tidak sedikit pula yang memilih untuk marah dan tetap membela idol nya.

Sekarang kita harus mulai berpikir, dengan kita suka k-pop, manfaatnya apasih?

“punya banyak teman baru”
kita juga bisa kok menambah teman dengan datang ke kajian islam 🙂

“idol k-pop itu menginspirasi, membuat kita semangat dalam menjalani hidup”
are you sure? 🙂

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا  

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

QS. Al-Ahzab 33 : 21

Jangan sampai dengan jadi k-popers atau nge fans dengan artis lainnya membuat kita lupa sama islam dan membuat kita jauh dari Allah serta Rasul-nya, terlepas dari alasan


‘gue tetep sholat kok’
‘gue peduli sama orang-orang yang ada di palestina kok’

Itu dinamakan defense atau pembelaan diri, sadar atau tidak dengan sikap kita yang ‘apa-apa oppa’ membuat kita menyekutukan Allah, bentuk dari ‘apa-apa oppa’ itu seperti bangun tidur ingetnya sama oppa, melihat sesuatu yang disukai oppa langsung suka juga, 24/7 dengerin lagu oppa (hahaha lebay sih), album oppa keluar langsung beli, gak dapet tiket konser oppa nangis.

Coba renungin lagi deh, kita di dunia ini punya panutan namanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam, beliau yang insya Allah memberi kita syafa’at di hari akhir di saat orang lain memikirkan tentang dirinya sendiri bisa kalian cek ke surah ‘Abasa (80) : 33-37

Tapi tidak dengan Nabi Muhammad, beliau manusia paling sibuk memikirkan ummat nya di hari akhir

https://youtu.be/Pk8hVIf4ve4 


Dan Nabi Muhammad pun merindukan kita


Suatu ketika Rasulullah dan para sahabat bersama di sebuah majelis, dan beliau berkata kepada Abu Bakr radhiallahu anha ,


“Wahai Abu Bakr,
aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudaraku.


Mendengar baginda Rasulullah berkata demikian, terkejutlah para sahabat yang ada di sekitar beliau. Abu Bakr yang selalu setia menemani dan membersamai Rasulullah di dalam perjuangan dakwahnya pun bertanya,


“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”


Lebih-lebih mengejutkan lagi jawaban yang kemudian keluar dari lisan manusia paling mulia itu.


“Tidak wahai Abu Bakr, Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.”


Terasa betapa lembutnya suara Rasulullah.


“Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah,” tegas salah seorang sahabat lain yang masih terlampau penasaran siapa yang dimaksud saudara oleh sang pembawa risalah.


Tetiba suasana hening, semua perhatian tertuju pada Rasulullah. Tak lama setelahnya, beliau memberikan penjelasan,


Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.”


Masya Allah, akankah kita dapatkan rasa rindu yang sama dari oppa-oppa?


Dan di dunia ini kita hadir dan hidup karena Allah, bukankah kita seharusnya menjadi hamba yang ‘apa-apa Allah’? nah, ‘apa-apa Allah’ tuh kayak gimana?


sebelum melakukan sesuatu pastikan selalu ingat Allah yang Maha Mengawasi, tiap hari luangin waktu untuk membaca Al-Qur’an meski satu ayat karena kita yakin Allah bakal membalas segala perbuatan kita, jangan sampai kita nangis karena gak dapet tiket masuk surga karena kelalaian kita 😦


Dari situ, kita harus mulai sadar dampak positif dan negatif globalisasi yang sudah kita pelajari sejak SD, dengan adanya ‘koreanisasi’ ini kita harus dapat memilah mana yang bagus dan mana yang tidak. Mungkin, seperti halnya sebagai destinasi wisata, korea bisa menjadi pilihan tapi kalau mengagumi idol disana akan lebih baik untuk kita tinggalkan. Kita sebagai anak muda harus bisa lebih pintar memilih mana yang berfaedah dan yang tidak.


Dan buat k-popers mungkin sudah banyak tanda dari Allah agar kita berpaling dari mereka yang tidak memberi kita pahala jika mengagumi nya tapi kadang hati kita menutup setiap tanda yang Allah berikan ;(


Ayok! kita sama-sama belajar mendalami agama kita, agama Islam dan mulai meninggalkan apa saja hal yang dilarang oleh Allah.


ok, semoga bermanfaat! 안녕 😀

siang

siang ini-
di bawah teriknya sinar matahari,

seketika aku berpikir,

kalau bukan kamu, lantas siapa?

maksud ku,

seberapa tangguh lelaki itu sehingga dapat menghilangkan perasaan ku terhadap mu?

seberapa pemberani lelaki itu sehingga dia dengan lantangnya mengusir dirimu yang sudah cukup lama berdiam di pikiran ku?

seberapa menarik lelaki itu sehingga dapat ku tinggalkan semua rasa itu?

kata ‘seberapa’ yang kerap ditanyakan sedari tadi adalah bentuk ketidakyakinan-

kamu tau,
cinta yang kurasa itu tanpa alasan,
membuatnya sulit untuk dilenyapkan

sebab belum ada lelaki yang datang dengan alasan lain untuk membuatmu aku lupakan

seperti teriknya siang ini, kamu masih sinarnya,

mungkin belum waktunya bagi kamu untuk berotasi hingga menjadi pekatnya malam

tapi aku tak tau,
mungkin saja tidak ada kata malam bagimu

terima kasih, maaf dan semoga

terima kasih sudah menjadi bagian di dalam doa sepertiga malam nya,

terima kasih sudah pinjamkan namamu untuk dia hias di langit dimana semua harapannya terkumpul disana,
terima kasih sudah menjadi topik yang tak henti ia bicarakan pada Tuhan,
terima kasih sudah menjadi perantara Tuhan agar dia mengerti arti membenci lalu mencintai lalu mengharapkan dan pada akhirnya mengikhlaskan,

katanya,
sekali lagi terima kasih.

maafkan dia yang sudah berjanji untuk pergi tapi tak juga lekas pergiㅡ dia malah terus kembali,
maafkan dia yang sudah menganggu hari-hari indah mu,

dia mohon,
tolong maafkan dia.

semoga kamu lega sekarang,
semoga kamu semakin benderang,
semoga kamu bahagia,
semoga kamu selalu berada di jalan-Nya.

karena dia,
sudah ikhlas,
sudah paham,
sudah rela,
dan sudah yakin

takdir takkan pernah salah