PEREMPUAN

Hello my bloGGy mates!!

Banyak hal yang menganggu pikiran saya belakangan ini, yaitu tentang perempuan dan hari-hari yang berkaitan tentang nya. Mengapa menganggu pikiran saya? karena saya tidak setuju dengan hari hari tersebut, seperti Hari Kartini, Hari Ibu, international Women’s Day yang baru baru ini diadakan. Mungkin, beberapa dari anda ada yang setuju dan pasti saja ada yang tidak setuju. Baiklah, saya akan menjelaskan kenapa saya tidak setuju dengan perayaan hari-hari tersebut.

1.Hari Kartini

Alasan yang membuat saya tidak setuju tentang hal ini karena didalamnya mengandung hal tentang emansipasi wanita. Emansipasi wanita adalah penyetaraan derajat wanita dan laki-laki. Contoh tindakannya antara lain perempuan dapat sekolah sampai mendapat gelar profesor atau bekerja di kantor seperti halnya laki-laki. Memang benar, perempuan harus lah pintar karena suatu saat dia akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tapi emansipasi modern kali ini, menurut saya sudah lewat batas wajar, seakan-akan perempuan bisa lebih unggul dan kuat dibandingkan laki-laki, seakan-akan kita melupakan peran laki-laki. Ini jelas-jelas salah karena perempuan dan laki-laki diciptakan berbeda dan itu sudah merupakan suatu bentuk ketetapan dan tidak dapat diubah. Kita diciptakan berbeda juga untuk melengkapi satu sama lain bukan untuk ajang saling unggul-unggulan. Perempuan dan laki-laki sudah memiliki tugas nya masing-masing. Kita sering melihat atau mendengar seorang ibu berusaha memperjuangkan emansipasi nya sehingga dia terus bekerja, begitu pula dengan suaminya yang bekerja sampai larut malam untuk mencari nafkah sehingga anak nya dititpkan ke pembantu. Lalu dimana peran ibu sebagai sekolah  pertama bagi anak-anaknya? Mereka terlalu sibuk, sehingga anaknya pun lebih dekat dengan para pembantu dibandingkan dengan ibunya sendiri. Ibu seharusnya merawat anaknya, memberi perhatian yang cukup kepada anaknya bukan malah demi mendapatkan uang yang banyak mereka melupakan kasih sayang terhadap anaknya. Dan menurut pengalaman saya selama bersekolah dari SD-SMA, Hari Kartini hanyalah menjadi ajang dimana kita memakai kebaya, lalu berfoto-berfoto, itu saja. Mungkin yang diinginkan Kartini adalah agar perempuan mendapatkan kesempatan untuk bersekolah tinggi dan berakhlak mulia. Tapi kenyataan yang dapat kita lihat sekarang, sekolah hanyalah tempat untuk mengejar nilai tinggi sedangkan akhlak masih harus dilakukan banyak perbaikan.

2. Hari Ibu

Saya tidak setuju dengan Hari Ibu karena menurut saya, hari ini tidak perlu dirayakan. Mengapa seakan-akan kita memuliakan peran seorang ibu, mengingat jasa seorang ibu, menyayangi ibu, memberi hadiah ke ibu hanya hari tertentu?  Peran dan jasa seorang ibu tidaklah pantas jika hanya dihargai sekali selama setahun melainkan peran dan jasa seorang ibu harus dihargai seumur hidup. Jadi menurut saya kita harus menyayangi ibu dan mendoakan mereka setiap saat.

3. International Women’s Day

International Women’s Day diadakan setiap tanggal 8 Maret. Meskipun saya seorang perempuan saya tidak setuju dengan hari tersebut, mengapa? disini perempuan menuntut untuk dihargai terutama oleh kaum lelaki, Bukan berarti saya setuju dengan hal-hal bejat seperti kekerasan seksual ataupun kekerasan fisik, cat calling, dan lain lain, saya juga tidak setuju dan semua orang pasti tidak setuju. Tapi kita harus melihat di sisi lain, mengapa hal-hal bejat tersebut dapat dilakukan. Banyaknya laki-laki yang tidak dapat menjaga pandangan dan mengontrol hawa nafsu, menyebabkan hal ini dapat terjadi. Tetapi saya rasa, hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya kepada kaum adam, karena manusia diciptakan mempunyai hawa nafsu, baik perempuan dan laki-laki. Dan hawa nafsu dapat kita kontrol dengan menjaga pandangan kita dan menjaga diri kita sendiri. Jika ingin dihargai kita hendaknya MENGHARGAI diri sendiri terlebih dahulu, jangan menghargai diri kita dengan harga murah. Dan saya juga melihat beberapa spanduk yang terdapat di Women’s March di Jakarta beberapa waktu kemarin yang banyak terdapat gambar-gambar tidak senonoh dan juga kata-kata yang tidak senonoh serta dalam Women’s March kemarin juga dihadiri beberapa anak dibawah umur yang pastinya tidak pantas melihat gambar dan kata-kata seperti itu (saya tidak akan memberi gambar/kata-kata tersebut, karena telalu senonoh jika harus ada di kolom blog saya). Contoh kata yang terdapat dalam spanduk antara lain “celana pendek di negara tropis wajar, stop cat calling” lalu bagaimana dengan perempuan yang tinggal di Arab (yang memiliki cuaca lebih panas dibandingkan di Indonesia)mereka tidak memakai celana pendek, malahan mereka memakai baju yang menutupi seluruh aurat mereka. Satu lagi “Don’t tell me how to dress but tell them not to rape” seharusnya kita menjaga cara berpakaian terlebih dahulu agar tidak membuat seseorang nafsu dan hendaknya kita dapat melakukan bela diri agar kita dapat melindungi diri dari ancaman orang-orang jahat disekitar kita.

Di dalam agama saya, agama Islam, semua hal itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Dan kita bisa lihat bahwa betapa banyak ayat yang memuliakan seorang perempuan selama kita mau patuh dan taat kepada Sang Pencipta.

Untuk Hari Kartini, tidak ada namanya penyetaraan derajat antara kaum wanita dan laki-laki untuk urusan duniawi. Di Al-Qur’an juga sudah dijelaskan “Dan laki-laki tidaklah sama dengan perempuan [Ali ‘Imran/3:36]

Untuk Hari Ibu, sebenarnya telah dijelaskan pada suatu hadits yang berisikan “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548). Jadi, kita wajib berbakti kepada ibu setiap saat bukan pada tanggal tertentu.

Terakhir untuk International Women’s Day, penghargaan perempuan dalam Islam sudah dimulai sejak perempuan masih menginjak usia kanak-kanak. Dan hal tersebut telah dituangkan dalam sebuah hadits yang berisikan

“Barangsiapa mengasuh dua orang anak perempuan sehingga berumur baligh, maka dia akan datang pada hari Kiamat kelak, sedang aku dan dirinya seperti ini.” Dan beliau menghimpun kedua jarinya.” (HR. Muslim)

Terimakasih telah membaca semoga bermanfaat! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s