IPS ≠ BODOH

Hello my bloGGy mates!!

Saat kita masuk SMA, kita mulai merasakan adanya penjurusan. Kalau zaman sekarang ada jurusan IPA dan IPS, berbeda dengan zaman orang tua, waktu itu juga ada jurusan Bahasa.

Ada yang memilih jurusan karena minat nya sendiri, atau mungkin ada intervensi dari orang tua, gengsi, dan bisa saja karena ikut-ikut teman. Dan ada yang memilih suatu jurusan karena merasa dirinya bodoh… jurusan apalagi kalau bukan IPS.

Begitu pun dengan persepsi orang kebanyakan, saat seseorang tau kalo si itu masuk IPS tanggapannya akan berbeda dengan si dia yang masuk jurusan IPA.

“oh si itu masuk IPS..” dengan muka sedatar mungkin

“wah si dia masuk IPA, pinter ya” dengan muka yang menunjukkan rasa kagum

Berbeda lagi dengan tanggapan orang lain jika ada anak yang pintar masuk jurusan IPS..

“Sayang banget masuk IPS, kenapa gak ke IPA aja sih? kan si itu pinter”

Dan jika ada anak yang otak nya biasa-biasa aja masuk ke jurusan IPA, tanggapannya..

“Yakin tuh otak nya kuat nerima pelajaran di IPA? kan si dia ga pinter-pinter amat”

Dan sayangnya, banyak pula yang kemakan dengan omongan-omongan ini, yang tadinya mau masuk IPA jadi gak yakin karena ngerasa otaknya biasa-biasa aja. Begitu pula sebaliknya, mereka gak yakin masuk IPS karena ngerasa otaknya terlalu hebat jika harus masuk ke jurusan itu. Padahal itu salah besar, karena yang tau minat seseorang hanya dirinya sendiri, dimana kelemahan dia, dan dimana kelebihannya. Tidak tergantung betapa pintar nya dia, seberapa besar IQ dia.

Selain itu, ada yang dipengaruhi kedua orang tua nya, yang merasa gengsi jika anaknya harus memilih suatu jurusan. Banyak alasan yang diberikan contohnya, meneruskan generasi kedua orang tua nya yang berprofesi sebagai dokter lalu dipaksa masuk ke IPA, padahal minat ada di ranah pengetahuan sosial. Atau alasan lain yang menginginkan anaknya agar menjadi pengacara, lalu dipaksa masuk IPS, padahal minatnya ada di ranah pengetahuan alam.

Menurut saya, seharusnya para orang tua mendukung apa saja yang anak mereka pilih (selama hal itu tidak bertentangan dengan agama). Bahkan jika si anak tidak ingin sekolah tapi dia memiliki minat yang besar di suatu bidang- misalnya sepakbola.. maka izinkanlah dia masuk klub sepakbola dibandingkan harus melihat dia tersiksa dengan pelajaran di sekolah.

Seringkali anak-anak IPS di cap sebagai pembuat onar, bodoh, suka menghancurkan nama baik sekolah dan hal-hal buruk lainnya. Mengapa? karena IPS dijadikan pelampiasan bagi mereka yang merasa dirinya bodoh dan malas sekolah.

Dan lebih menyedihkan nya lagi, anak sosial di haruskan untuk selalu menghafal, menghafal dan menghafal. Yang sangat amat bertolak belakang dengan kata sosial. Bukankah kata sosial mengaruskan kita berinteraksi dengan orang banyak? contohnya dipelajaran sosiologi kita diberi hafalan yang sangat banyak. Padahal, sosiologi adalah pelajaran yang hanya memerlukan sedikit teori dan membutuhkan segudang praktek agar pelajaran itu terlaksana dengan baik.

Sebagai generasi muda, kita harus benar-benar belajar dan menerima apapun yang ada di sekolah meskipun sistem pendidikan di negara ini, bisa dibilang dibawah standar.. Siapa tau, nanti kita bisa menjadi orang yang membuat sistem pendidikan di negara ini lebih baik.. jauh lebih baik.

Kita tidak boleh merasa diri kita itu bodoh, Mengapa? karena jika kita merasa diri kita bodoh, kita tidak akan pernah bisa menyelesaikan pelajaran-pelajaran baik yang ada di IPA maupun di IPS. Nilai kita tidak akan pernah memuaskan.

Apalagi penjurusan ini akan bergantung dengan fakultas yang akan kita pilih nantinya.

Dan parahnya lagi, karena gengsi dan intervensi dari diri sendiri dan orang sekitar….banyak yang membelot dari jurusan yang mereka pilih di SMA dengan fakultas yang mereka pilih di universitas.

Contohnya… di SMA jurusannya IPA, saat di universitas masuk fakultas ekonomi dan bisnis, hukum, komunikasi. Jadi apa kabar dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia yang mereka pelajari saat SMA? hmm..

Dan saat itu pula, anak IPS kehilangan ladang.

Di lain pihak, anak-anak IPS tidak akan bisa mengambil jurusan kedokteran, MIPA, teknik nuklir, dsb.

Dan ini adalah salah satu bentuk ketidakadilan dalam sistem pendidikan di negara ini. Bagaimana bisa anak IPA mengambil ladang IPS, dan anak IPS hanya mampu berdiam diri?

Saya rasa, anak IPS perlu berbangga diri karena yang bersaing dalam memilih fakultas di ranah sosial bukan anak IPS saja tapi juga IPA 😉

Ada satu hal lagi yang sangat mengusik, yaitu adanya program Lintas Minat. Untuk apa anak IPA belajar sosiologi/ekonomi/geografi/sejarah peminatan? dan untuk apa anak IPS belajar fisika/kimia/biologi/matematika peminatan? Jika ada hal semacam itu, untuk apa ada penjurusan? Bukankah adanya penjurusan agar kita lebih fokus ke minat kita masing-masing?

Kesimpulannya,

Tidak ada yang lebih pintar dan lebih bodoh di kedua jurusan ini. Karena minat tidak tergantung dengan kepintaran, karena minat tidak perlu diusik rasa gengsi, malu dan semacamnya. Dan minat seseorang tidak akan pernah bisa dipaksakan.

Yang lebih penting lagi kita harus konsisten dengan jurusan yang sudah kita pilih, jangan pernah setengah-setengah menjadi anak IPA, dan jangan pernah setengah-setengah menjadi anak IPS.

Kembangkan ilmu yang sudah kita dapatkan. Yang memilih jurusan IPA, ayo berkarya sesuai dengan ilmu yang didapat-misalnya jadilah ilmuwan yang menemukan hal baru, ahli IT yang bisa membuat teknologi hebat yang mampu bersaing dengan negara lain,dan seterusnya.

Yang memilih jurusan IPS ayo ubah kehidupan sosial di negara ini menjadi lebih baik- misalnya meningkatkan perekonomian dan bisnis, membantu mengurangi masalah kemiskinan atau diskriminasi sosial, menegakkan hukum di negara ini agar lebih adil untuk segala kalangan dan seterusnya.

Jadi di tahun ajaran baru nanti, bagi yang baru masuk SMA pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat kalian dan yang sudah naik kelas harus makin berprestasi dan konsisten di jurusan yang sudah dipilih! 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s